IBUKU
setelah aku bisa berjalan , ibuku sellu bekerja extra untuku
dia menguatkan kakinya untuk siap setiap saat melindungiku
iya mengefektifkan kerja matanya untuk mengawasiku
ibu ku berlari ketika aku berlalri keluar
ibuku mengawasiku setiap jejak kakiku ,.
ibuku mulai kesusahan ketika aku malas di ajak makan ,
ibuku mulai kesusahan ketika aku susah di ajak mandi
ibuku kesusahan saat aku mulai bandel ,
ibuku
menangis bahagia ketika aku memanggilnya ibu
ibuku tersenyum ketika lidahku berusaha menirukan apa yang ibu ucapkan
ibuku mengajarkan kata" baik yang akan terucap saat nanti aku besar
ibuku mulai sering belanja kebutuhanku
ibuku mengajariku bernyayi bahkan ibuku mengajariku berdandan
ibu selalu mendandaniku
ibuku memberikan aku boneka yang cantik
ibuku memberikan aku segalanya
ibuku
ibuku
bahagia ketika aku sudah menjadi anak anak yang lari kepeluknya dan berkata "mama"
ibuku bahagia ketika aku belajar makan sendiri ,
ibuku mengajari aku mandi agar menjadikan aku sehat
ibuku mengajrkan aku memakai baju dan ibuku yang mengajarkan aku banyak hal
itulah ibuku
ibuku
bahagianya dia ketika aku mulai masuk sekolah ,
ibuku membelikan ku sepatu , tas dan seragam sekolah
ibuku membelikan ku alat tulis
ibuku mendaptarkan aku ke sekolah yang paling bagus untuku
ibuku berharap aku menjadi orang yang hebat dan membanggakan .
ibuku
seketika menagis , ibuku seketika hilang arah
ibuku kehilangan satu tulang rusuknya
saat ayah pergi dan pulang tinggal nama
ibuku menangis , ibuku menjerit dan ibuku tak sadarkan diri
air matanya bercucuran tangisnya menggelegar dan senyum bahagianya hilang
ketika itu aku hanya bisa diam dan tak mengerti
ibuku menagis dan menangis
ibuku
melamun setiap hari , menangis setiap waktu sambil mengecup keningku ,
ibuku tak pernah lupa mneyiapkan makanan untuku ,. meski hatinya terkoyak
ibuku tak pernah lupa menyiapkan seragam dan memandikanku , meskipun tenaganya sudah habis untuk menangis
ibuku semakin hari semakin bersedih
kelopak matanya hitam
dan kantung matanya membesar
sesekali ia mengusap ujung matanya , sesekali ia menangis ketika menatapku .
ibuku ,,,,
ibuku
meninggalkanku demi masa depanku , ibuku memberanikan diri memperkerjakan dirinya
ibuku bekerja demi aku agar aku tak kesusahan ,
ibuku meninggalkan ku demi materi
saat aku sudah tak punya ayah , ibu selalu membesarkan hatiku ,
ibuku memberikan ku semangat hidup
katanya meski tak ada ayahmu pundaku lah yang akan menopang beban ayah
seketika ia menjadi ibu sekaligus ayah untuku
ibuku
selalu menangis saat meninggalkan aku
seketika pun aku menjadi anak yang sendiri terrdiam sendiri
hidup sendiri tanpa ibuku
anak anak yang malang , ada wanita tua renta yang sering ku panggil nene
sebagai pengganti ibuku
dia ituh ibu kedua ku ,,,
dia tak pernah sesayang ibu , tapi dia sebaik ibu
dia tak pernah seperti ibu , tapi dia menjadi ibuku
ibuku
meninggalkan pekerjaanya karena keluhku karena tangisku ,
ibuku menikahi orang yang mungkin tidak ia cinta tapi mampu membantu hidupnya dan membantu hidupku
semuanya karena aku dan semuanya demi aku .
itulah alasan ibu
ibuku selalu memberitahu tentang pundak ayahku yang baru
ibuku selalu memberi tahu akan ada harapan agar aku tak kesepian
agar aku bisa memanggil ayah lagi pada seorang laki laki
ibuku
masih tak henti tertimpa keseusahan , ibuku lah yang sangat kuat
ibuku meninggalkan ku lagi dengan alasan perekonomian keluargaku , seketika ,
aku menjadi seseorang yang merasa di tinggalkan , sampai suatu saat
aku terkena penyakit yang mengharuskan saya oprasi
penyakit itu membut khawatir keluargaku
ibuku meminjam kesana kemari untuk biaya berobat aku
ibuku bersusah payah demi kesembuhanku ,
begitu juga dengan ayah tiriku .
ibuku
begitu terluka saat aku menuju ruang oprasi
mulutnya berkomat kamit mengucapkan doa ,
air matanya menetes
aku akan mengorbankan hidup dan matiku
aku ingin sembuh ingin membuat orang tuaku bahagia .
sampai saat aku keluar ruang oprasi ,
aku belum sadarkan diri . . dan ibuku menangis ibuku berdoa dan mengaji
Tidak ada komentar:
Posting Komentar