PENGEMIS
orang yang memiminta minta atau gelandangan disebut pengemis , sudah bukan hal asing lagi di pandang mata kita
dulu sempet heboh soal perda dki yang melarang kita memberikan sumbangan kepada pengemis bahkan pemda sempat menangkap 12 orang kaya yang memberikan sedekah kepada pengemis #miris
secara manusiawi dan takdir , mungkin tidak ada orang yang ingin di lahirkan sebagai orang miskin dan memiliki profesi sebagai pengemis , maka jangan terlalu buta lah mata kita untuk menilai seorang pengemis , mungkin mereka bekerja karena membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhannya , atau (maaf) cacat fisik yang sewajarnya mereka tidak bisa mencari nafkah yang secara normal .
coba kita renungkan
saat pagi saat kita memulai aktifitas dengan perut kenyang , pakaian rafi kendaraan yang bagus , sementara mereka sudah dari subuh berangkat mengemis hanya untuk makan siang hari nanti dan begitu selanjutnya ,
saat kita tidur pulas mereka masih setia di tengah" lampu merah untuk sekedar makan esok hari .
saat kita memakai baju baju bagus , kita melihat mereka terhina dengan baju usang dan kotor , saat kulit kita terawat kulit mereka terbakar matahari dan tertutupi debu , dramati kan , coba siapa yang mau menjalani pekerjaan seperti itu , terhina cuma karena mereka membutuhkan
anak kecil ini , tidak sekolah karena orang tuanya hanya berpropesi sebagai pemulung , keadaan ekonominya semakinparah ketika ayahnya meninggal , siapa sih yang mau seperti ini di saat jam efekitif untuk sekolah dia hanya tertidur lemas hanya untuk makan , ingat makan , dia ga bukan tidak ingin sekolah , tapi dia tidak ingin memberikan beban yang terlalu berat pada ibunya . ketika aku melihat anak seumaranya berkeliaran mengemis dan meminta minta , aku hanya bisa menahan air mata , berapa beruntungnya saya , meskipun saya ditinggal ayah saya , saya masih bisa sekolah sampai selesai makan tidak kekurangan sandang pangan tercukupi , walaupun saya sering mengeluh soal kebutuhan papan saya yang belum terpenuhi .
begitu juga adik saya , segala kebutuhan sekolahnya terpenuhi , coba kalo kalian bertukar tempat dengan mereka dengan keadaan yang seperti ini . jauh di lubuk hati siapapun akan mengatakan "tidak mau " .
berita ini saya ambil dari http://unikboss.blogspot.com
Kisah pengemis berpenghasilan besar ini dialami oleh Marfuah,
seoarng wanit yang sudah berumur sekitar 55 tahun. Padahal wilayah
operasinya cuma di Jl Gatot Subtoro, Samarinda Utara dirinya bisa
meraup paling tidak Rp 1.8 juta per hari. Wanita tua ini berasal dari
Pulau Madura, Jawa Timur (Jatim). Dilihat dari cacat fisiknya, semua
orang pasti iba dan menaruh kasihan. Marfuaah menderita cacat bawa
lahir dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Lengannya kecil
tanpa bertelapak tangan. Hanya ada kaki kirinya, itu pun kecil.
Karena kondisinya tersebutlah, Marfuah harus berjalan dengan cara
ngesot. Melihat seorang ibu tua berjalan dengan cara memilukan
tersebut, banyak masyarakat yang hatinya tersentuh dan tidak
ragu-ragu memberikan uang dalam jumlah besar. Kalau pengemis lain
paling mendapat lembaran Rp1.000, Marfuah mampu memperoleh lembaran
Rp50 ribu hingga Rp100
ribu.
Setelah baca cerita itu pasti kita berpikiran wow !!!!!!!!!!!! penghasila mereka jauh di atas kita , misal penghasilan kita rata rata seorang pegawai swasta bahkan tidak sampai dengan penghasilanya selama sebulan , yess right .
oke kalo mereka cacat fisik apa mereka bisa bekerja normal sepeti kita , menghadapi komputer atau sekedar membuat prodak di pabrik , apa perusahaan akan menerima mereka yang tanpa pendidikan karena sekolah umum jarang yang menerima siswa yang cacat fisik jalan satu satunya sekolah di SLB yang biyayanya sangat mahal . kalo kaki tangan mereka tidak berpungsi dengan baik , bagaimana dia mau bekerja , wajar sekali aklo mereka mengemis , menghinakan dirinya yang sudah hina menjadikan kekuranganya untuk meminta minta , karena mereka tidak dilahirkan sesempurna kita seberuntung kita .
apa tidak pernah terbesit jika kita jadi mereka , jika ibu itu ibu kita , hanya untuk kiita dia bekerja , untuk kehidupan anaknya dia rela meminta minta , tega kah kalian . jangan sungkan menyisihkan rejeki kalian untuk mereka .
kalo kamu merasa iri dengan penghasilan mereka dan tidak mau memberi sumbangan , cacat lah , maka orang akan merasa iba dan memberi sumbangan terhadapmu
CERITA SAYA :
Robby ( pacar tercinta )
dia selalu memberikan uang recehanya kepada siapapun pengemis yang ia jumpai ketika di lampu merah atau di tempat makan , betapa dermawannya dia , suatu saat setelah makan di rumah makan dia memberikan sedekah kepada ibu ibu yang berbadan tambun, dengan baju yang lusuh , menyerahkan uang 1000 rupiah . aku menaiki motornya dengan sedikit berdebat , kenapa ngasih sama orang yang masih bisa bekerja sehat seperti ibu tadi .
pacarku hanya menjawab : karena ada uang receh saja
aku lalu berargument kenapa dia ga bekerja saja masih muda , ibu saya seumuran dia , masih bekerja untuk menghidupi saya ,
dia menjawab lagi " ibumu punya kesempatan , beda dengan ibu itu . bayangkan kalo misalnya ibu kamu yang ada di posisi ibu itu , apa kamu mau ngasih . jangan pilih" kalau mau memberikan sedekah sama orang , aku juga membayangkan betapa bersyukurnya ibuku .
itulah yang membuatku menerbitkan tulisan ini . ya terimakasih kekasihku .
Saya :
suatu sore sepulang kerja saya melewati lampu merah niat saya ingin pulang untuk meminjam uang kepada tante saya . dan berdiri laki laki tua , namun tidak terlalu tua badanya sehat hanya pakainya yang lusuh dan kulitnya kusam karena terbakar matahari . aku tepat berdiri paling depan di batas zebra cross paling sebelah kiri , dia meminta minta dari kanan sampai kiri dan tibalah di bagianku , aku merogoh kantongku , lampu merahnya masih 40 menit lagi , tidak ada uang receh lalu aku kasih 2000 , uang kertasku yang tersisa .
dia menatapku dan tersenyum , bahagia sekali menyimpan uangnya di jidatnya dan mendoakan saya , padahal saat itu saya tidak ada uang lagi untuk pulang , akhirnya saya sampai rumah dan betapa kagetnya saya ketuika di rumah sudah ada teman saya yang memeluk saya dan menangis minta maaf , setahun yang lalu dia meminjam uang saya 200 .000 dan dia mengembalikanya 500. 000 . subhanallah . akhirnya saya tidak jadi meminjam uang .
percaya tidak akan miskin ketika kita memberi pengemis , jangan pilih - pilih untuk memberi