Daftar Blognya Ntha

Rabu, 11 Juli 2012

IBUKU DUNIAKU 2

IBUKU

setelah aku bisa berjalan , ibuku sellu bekerja extra untuku
dia menguatkan kakinya untuk siap setiap saat melindungiku
iya mengefektifkan kerja matanya untuk mengawasiku
ibu ku berlari ketika aku berlalri keluar
ibuku mengawasiku setiap jejak kakiku ,.
ibuku mulai kesusahan ketika aku malas di ajak makan ,
ibuku mulai kesusahan ketika aku susah di ajak mandi
ibuku kesusahan saat aku mulai bandel ,

ibuku
menangis bahagia ketika aku memanggilnya ibu
ibuku tersenyum ketika lidahku berusaha menirukan apa yang ibu ucapkan
ibuku mengajarkan kata" baik yang akan terucap saat nanti aku besar
ibuku mulai sering belanja kebutuhanku
ibuku mengajariku bernyayi bahkan ibuku mengajariku berdandan
ibu selalu mendandaniku
ibuku memberikan aku boneka yang cantik
ibuku memberikan aku segalanya
ibuku

ibuku
bahagia ketika aku sudah menjadi anak anak yang lari kepeluknya dan berkata "mama"
ibuku bahagia ketika aku belajar makan sendiri ,
ibuku mengajari aku mandi agar menjadikan aku sehat
ibuku mengajrkan aku memakai baju dan ibuku yang mengajarkan aku banyak hal
itulah ibuku

ibuku
bahagianya dia ketika aku mulai masuk sekolah ,
ibuku membelikan ku sepatu , tas dan seragam sekolah
ibuku membelikan ku alat tulis
ibuku mendaptarkan aku ke sekolah yang paling bagus untuku
ibuku berharap aku menjadi orang yang hebat dan membanggakan .

ibuku
seketika menagis , ibuku seketika hilang arah
ibuku kehilangan satu tulang rusuknya
saat ayah pergi dan pulang tinggal nama
ibuku menangis , ibuku menjerit dan ibuku tak sadarkan diri
air matanya bercucuran tangisnya menggelegar dan senyum bahagianya hilang
ketika itu aku hanya bisa diam dan tak mengerti
ibuku menagis dan menangis

ibuku
melamun setiap hari , menangis setiap waktu sambil mengecup keningku ,
ibuku tak pernah lupa mneyiapkan makanan untuku ,. meski hatinya terkoyak
ibuku tak pernah lupa menyiapkan seragam dan memandikanku , meskipun tenaganya sudah habis untuk menangis
ibuku semakin hari semakin bersedih
kelopak matanya hitam
dan kantung matanya membesar
sesekali ia mengusap ujung matanya , sesekali ia menangis ketika menatapku .
ibuku ,,,,

 ibuku
meninggalkanku demi masa depanku , ibuku memberanikan diri memperkerjakan dirinya
ibuku bekerja demi aku agar aku tak kesusahan ,
ibuku meninggalkan ku demi materi
saat aku sudah tak punya ayah , ibu selalu membesarkan hatiku ,
ibuku memberikan ku semangat hidup
katanya meski tak ada ayahmu pundaku lah yang akan menopang beban ayah
seketika ia menjadi ibu sekaligus ayah untuku

ibuku
selalu menangis saat meninggalkan aku
seketika pun aku menjadi anak yang sendiri terrdiam sendiri
hidup sendiri tanpa ibuku
anak anak yang malang , ada wanita tua renta yang sering ku panggil nene
sebagai pengganti ibuku
dia ituh ibu kedua ku ,,,
dia tak pernah sesayang ibu , tapi dia sebaik ibu
dia tak pernah seperti ibu , tapi dia menjadi ibuku

ibuku
meninggalkan pekerjaanya karena keluhku karena tangisku ,
ibuku menikahi orang yang mungkin tidak ia cinta tapi mampu membantu hidupnya dan membantu hidupku
semuanya karena aku dan semuanya demi aku .
itulah alasan ibu
ibuku selalu memberitahu tentang pundak ayahku yang baru
ibuku selalu memberi tahu akan ada harapan agar aku tak kesepian
agar aku bisa memanggil ayah lagi pada seorang laki laki

ibuku
masih tak henti tertimpa keseusahan , ibuku lah yang sangat kuat
ibuku meninggalkan ku lagi dengan alasan perekonomian keluargaku , seketika ,
aku menjadi seseorang yang merasa di tinggalkan , sampai suatu saat
aku terkena penyakit yang mengharuskan saya oprasi
penyakit itu membut khawatir keluargaku
ibuku meminjam kesana kemari untuk biaya berobat aku
ibuku bersusah payah demi kesembuhanku ,
begitu juga dengan ayah tiriku .

ibuku
begitu terluka saat aku menuju ruang oprasi
mulutnya berkomat kamit mengucapkan doa ,
air matanya menetes
aku akan mengorbankan hidup dan matiku
aku ingin sembuh ingin membuat orang tuaku bahagia .
 sampai saat aku keluar ruang oprasi ,
aku belum sadarkan diri . . dan ibuku menangis ibuku berdoa dan mengaji

 

Selasa, 10 Juli 2012

IBUKU DUNIAKU 1

IBUKU

Ibuku ketika menerima kabar tentang kakaku ku , dia menangis ,...
betapa bahagianya ibuku .
memberikan kabar ke ayah dan semua anggota keluargaku
selama 3 bulan kaka menyiksanya , setiap makanan yang masuk kemulutnya keluar lagi .
selama 3 bulan itu dia berusaha sekuat tenaganya
dan akhirnya kaka menyerah . keluar dari rahim ibu yang mulia .

ibuku begitu terpukul
setiap nafasnya adalah pengharapan , setiap tangisnya adalah kesedihan
berbulan bulan ibu mneyembuhkan diri dari kegagalan
berusaha sebaik mungkindan akhirnya kabar tentang keberadaanku dia terima
tersenyum ibuku menatap kaca
membayangkan perutnya yang akan membesar ,
membayangkan ada seorang malaikat kecil yang akan menangis setiap malam .

ibuku begitu bahagia
ibuku kembali mengabarkan pada setiap orang betapa bahagianya dia
betapa sangat bersyukurnya dia dititipkan kembali aku
aku kembali menyiksanya , dia kembali sakit dia kembali tak nafsu makan
tapi dia berusaha meyakinkan aku
membuatku kuat setelah 4 bulan , saat semua takdirku sudah di catat oleh tuhan
dia tak henti"nya berdoa , mengaji dan bersyukur untuk segalanya

ibuku
selalu mengusap ngusap perutnya saat aku masih berusia 7 bulan .
ibu menyiapkan sukuran dan adat 7 bulanan untuku
ibuku berusaha membuat aku senang . ibuku selalu berjalan dan beraktifitas seperti biasa

ibuku
setelah nafasnya terasa sesak dan jalanya begitu berat
sembilan bulan kini berlalu
betapa khawatirnya dia tentangku ,
dia berusaha semaksimal mungkin menjaga dirinya ,
ketika aku semakin berat dan merepotkan
dia malah selalu berdoa , agar aku selalu sehat
agar rupaku sempurna dan tubuhku kuat

ibuku
saat hariku terlahir tiba , keringat yang keluar darinya
erangan kesakitanya , seperti dawai dawai melodi tuhan
ibuku sedang berkorban demi tangisku
dia mengorbankan dirinya kesakitan
dia bertaruh nyawanya demi nyawaku ..
jeritan pilunya , usahanya . keringatnya ..
gemuruh semangat untuk menginginkan aku terlahir

ibuku
tersenyum bahagia sambil terkulai lemas
saat tangis pertamaku terdengar
begitukah bahagianya dia .
begitu senagnya dia  .
pengorbanannya terbayar lunas .,

ibuku
memnita ayah meng adzankan aku , ibuku memnita ayah mengkhomatkan aku
agar aku lebih dekat dengan allah
ibuku meminta ayah mengalunkan sahadat
agar aku selalu mendengar allah

ibuku
masih terus khawatir akan kondisiku
ibuku terus bertanya bagaimana anaku ?
apakah dia sempurna
apakah dia baik baik saja ?
ibuku tersenyum bahagia saat melihat aku sudah bersih

ibuku
menciumi ku dengan bahagia .
tapi aku malah menagis dengan kencang
ibu langsung memberikan ku asi dengan keadaanya yang lemah
ibuku langsung memberikan ku kehidupan
meskipun raganya lelah

ibuku
masih tersisksa , aku meninggalkan luka di dirinya
selama 40 hari setelah kelahiranku
ibuku masih tetap saja sakit dalam sakitnya
dalam luka nya ibu masih berusaha
menyusuiku , memandikanku .

ibuku
selalu bahagia mempunyaiku , dia selalu mengusap" kepalaku
selalu memamerkan aku kesetiap sanak kerabat yang menjenguk
selalu bilang aku cantik
ibuku selalu menjemur aku di hangat suam matahari
ibuku berharap kulitku sebagus kulitnya

ibuku
tak pernah marah ketika aku terbangun dan menangis di tengah malam
atau mengompol dan buang air besar .
ibuku meski tengah malam menyusuiku dan membersihkan aku kembali
selalu seperti itu setiap malam
tapi ibuku tak pernah mengeluh

ibuku
tersenyum bahagia saat aku sudah mulai bergerak gerak sudah mulai membalikan badan ,
ibuku bahagia saat aku sudah bisa tengkurap
ibu menceritakan semua perkembanganku ke ayah ke semua keluarga
ibuku membuatkan bubur kesukaanku
ibuku selalu memberikan yang terbaik .

ibuku
berusaha setiap hari memberikan yang terbaik untuku
ibuku bersedih saat aku mulai tidak ingin makan
saat bobot tubuhku berkurang
padahal dia rajin membawaku ke posyandu
dia rajin memantau perkembanganku
dan ketika itu ibu baru tahu kalo ternyata aku belajar duduk
betapa nahagianya dia , saat dia terbangun dan aku sudah duduk .
dia menangis bahaagia .

ibuku
bahagya dan semakin bangga terhadapku
dan setiap hari aku sealu merepotkanya aku selalu di gendong ibu
karena kawatir kau terluka
ibuku khwatir dengan tanisanku setiap saat saat aku tumbuh gigi
aku menangis diapun ikut menangis
dan bahagia ketika ibu melihat satu gigi putih tumbuh di gusiku

ibuku memberikan aku mainan untuk belajar menggigit
ibuku memberikanku biskuit agar gigiku berlatih makan
dan bekerja sesuai fungsinya

ibuku
mulai repot saat aku belajar merangkak dia memberikan perhatian ekstra padaku
ibuku mulai membelikan aku roda bayi agar aku belajar berjalan ,
ibuku selalu mengwasiku
menyimpan barang barang yang mudah pecah dan dapat melukaiku
ibuku menyisakan waktunya untuk mengajariku berjalan ,
dan bahagia ketika aku dapat berjalan selangkah dan dua langkah .ke arahnya

itulah ibuku