IBUKU
Ibuku ketika menerima kabar tentang kakaku ku , dia menangis ,...
betapa bahagianya ibuku .
memberikan kabar ke ayah dan semua anggota keluargaku
selama 3 bulan kaka menyiksanya , setiap makanan yang masuk kemulutnya keluar lagi .
selama 3 bulan itu dia berusaha sekuat tenaganya
dan akhirnya kaka menyerah . keluar dari rahim ibu yang mulia .
ibuku begitu terpukul
setiap nafasnya adalah pengharapan , setiap tangisnya adalah kesedihan
berbulan bulan ibu mneyembuhkan diri dari kegagalan
berusaha sebaik mungkindan akhirnya kabar tentang keberadaanku dia terima
tersenyum ibuku menatap kaca
membayangkan perutnya yang akan membesar ,
membayangkan ada seorang malaikat kecil yang akan menangis setiap malam .
ibuku begitu bahagia
ibuku kembali mengabarkan pada setiap orang betapa bahagianya dia
betapa sangat bersyukurnya dia dititipkan kembali aku
aku kembali menyiksanya , dia kembali sakit dia kembali tak nafsu makan
tapi dia berusaha meyakinkan aku
membuatku kuat setelah 4 bulan , saat semua takdirku sudah di catat oleh tuhan
dia tak henti"nya berdoa , mengaji dan bersyukur untuk segalanya
ibuku
selalu mengusap ngusap perutnya saat aku masih berusia 7 bulan .
ibu menyiapkan sukuran dan adat 7 bulanan untuku
ibuku berusaha membuat aku senang . ibuku selalu berjalan dan beraktifitas seperti biasa
ibuku
setelah nafasnya terasa sesak dan jalanya begitu berat
sembilan bulan kini berlalu
betapa khawatirnya dia tentangku ,
dia berusaha semaksimal mungkin menjaga dirinya ,
ketika aku semakin berat dan merepotkan
dia malah selalu berdoa , agar aku selalu sehat
agar rupaku sempurna dan tubuhku kuat
ibuku
saat hariku terlahir tiba , keringat yang keluar darinya
erangan kesakitanya , seperti dawai dawai melodi tuhan
ibuku sedang berkorban demi tangisku
dia mengorbankan dirinya kesakitan
dia bertaruh nyawanya demi nyawaku ..
jeritan pilunya , usahanya . keringatnya ..
gemuruh semangat untuk menginginkan aku terlahir
ibuku
tersenyum bahagia sambil terkulai lemas
saat tangis pertamaku terdengar
begitukah bahagianya dia .
begitu senagnya dia .
pengorbanannya terbayar lunas .,
ibuku
memnita ayah meng adzankan aku , ibuku memnita ayah mengkhomatkan aku
agar aku lebih dekat dengan allah
ibuku meminta ayah mengalunkan sahadat
agar aku selalu mendengar allah
ibuku
masih terus khawatir akan kondisiku
ibuku terus bertanya bagaimana anaku ?
apakah dia sempurna
apakah dia baik baik saja ?
ibuku tersenyum bahagia saat melihat aku sudah bersih
ibuku
menciumi ku dengan bahagia .
tapi aku malah menagis dengan kencang
ibu langsung memberikan ku asi dengan keadaanya yang lemah
ibuku langsung memberikan ku kehidupan
meskipun raganya lelah
ibuku
masih tersisksa , aku meninggalkan luka di dirinya
selama 40 hari setelah kelahiranku
ibuku masih tetap saja sakit dalam sakitnya
dalam luka nya ibu masih berusaha
menyusuiku , memandikanku .
ibuku
selalu bahagia mempunyaiku , dia selalu mengusap" kepalaku
selalu memamerkan aku kesetiap sanak kerabat yang menjenguk
selalu bilang aku cantik
ibuku selalu menjemur aku di hangat suam matahari
ibuku berharap kulitku sebagus kulitnya
ibuku
tak pernah marah ketika aku terbangun dan menangis di tengah malam
atau mengompol dan buang air besar .
ibuku meski tengah malam menyusuiku dan membersihkan aku kembali
selalu seperti itu setiap malam
tapi ibuku tak pernah mengeluh
ibuku
tersenyum bahagia saat aku sudah mulai bergerak gerak sudah mulai membalikan badan ,
ibuku bahagia saat aku sudah bisa tengkurap
ibu menceritakan semua perkembanganku ke ayah ke semua keluarga
ibuku membuatkan bubur kesukaanku
ibuku selalu memberikan yang terbaik .
ibuku
berusaha setiap hari memberikan yang terbaik untuku
ibuku bersedih saat aku mulai tidak ingin makan
saat bobot tubuhku berkurang
padahal dia rajin membawaku ke posyandu
dia rajin memantau perkembanganku
dan ketika itu ibu baru tahu kalo ternyata aku belajar duduk
betapa nahagianya dia , saat dia terbangun dan aku sudah duduk .
dia menangis bahaagia .
ibuku
bahagya dan semakin bangga terhadapku
dan setiap hari aku sealu merepotkanya aku selalu di gendong ibu
karena kawatir kau terluka
ibuku khwatir dengan tanisanku setiap saat saat aku tumbuh gigi
aku menangis diapun ikut menangis
dan bahagia ketika ibu melihat satu gigi putih tumbuh di gusiku
ibuku memberikan aku mainan untuk belajar menggigit
ibuku memberikanku biskuit agar gigiku berlatih makan
dan bekerja sesuai fungsinya
ibuku
mulai repot saat aku belajar merangkak dia memberikan perhatian ekstra padaku
ibuku mulai membelikan aku roda bayi agar aku belajar berjalan ,
ibuku selalu mengwasiku
menyimpan barang barang yang mudah pecah dan dapat melukaiku
ibuku menyisakan waktunya untuk mengajariku berjalan ,
dan bahagia ketika aku dapat berjalan selangkah dan dua langkah .ke arahnya
itulah ibuku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar